بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Berkaca Pelangi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Berkaca Pelangi":

tak bosan...
itulah laguku meski kumual menatap cahaya
ia cahaya...
memantul dari kaca-kaca langit
pelangi...
lihat di sana!
bukankah lengkungan hujan sudahi kehidupan bujang?

hmm... aku mendengkur
menatap pelangi lagi
dari seberang kata yang berbeda
kau tahu...
kuawali saat berkaca wajah
berlainan kalimat
ahhh..., tiba-tiba aku tak mengerti
apa maksudku berkaca pada pelangi?

bagian kedua...
bukan, tapi mungkinkah ini yang terakhir?
kembali bersarang di wajanku yang kotor
lalu sengaja kubersihkan dengan kain basah
biarkan kering... tampilkan cahaya di atas pelangi
dan dengarkan desau beburung itu
pelangi...
aku ingin berkaca pada pelangi!

waktu pun terlewati
kuanggap sudah...
kurasa tak perlu mencari pahitnya buah simalakama
ohhh..., mungkinkah kusalah sebutkan kata?
rancau merangkai kalimat?
biarkan kutatap pelangi
cerminku di pagi hari

#Kuubah kata puisi menjadi ranjau#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar