بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Epilog Di Dalam Masjid

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Epilog Di Dalam Masjid":

jamaah berbaris rapi di dalam masjid
mengatur shof demi kesempurnaan sebuah kewajiban
hilangkan beda, dekatkan senyum
silaturohim bertalu-talu diringi surah yang menentramkan kalbu
jika seperti itu yang dirasa
tak akan kusaksikan si miskin mengiba ke si kaya
si tua bertulak pinggang ke yang muda
indah nian…, tapi apalah daya
dunia semakin tua

ya Robb…
aku di sini, berdampingan dengan mereka
namun hati mengeluh ya Robb…
dengarkah teriakanku ini?
kusimpan dalam hati, hanya untukku dan untuk-Mu
aku ragu…
aku bimbang…
saat kurasa tak ada lagi persamaan
saat kutahu hati menjauh dari cinta-Mu
mereka tinggalkanku sendiri di dalam masjid
sepi…
pergi selepas kewajiban,
tak ucapkan doa mengakhiri salam-Mu

ya Robb…
aku inginkan seperti waktu kecilku
mengecup silaturohim…
hilangkan gamang jika kaya tak peduli miskin
jika muda hardik sang tua
tapi apalah daya,
dunia semakin renta… masjid tak seramai dulu

#Mengukir kembali kata-kata itu#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar