بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Puing-Puing Jingga

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Puing-puing Jingga":

berlari di puing-puing jingga kehidupan
tergeletak sang pujangga,
menanti kedatangan sang pena yang hasrat rindu
nyanyikan bahagia..., bersuarakan merdu
sesekali bertepuk seraya memanggil
'dikau tersenyum...
dan aku pun jua'

ia membawa tinta baru yang dititipkan
pada seorang lelaki berjubah putih, pengembara
hingga mengaduk tanya di dalam sepoinya jiwa
'dia bukanlah pelangkah tanah ini
hanya penyusur jejak-jejak lembaran sunyi,
hamparan kata'

aku bangkit, seolah berlari
bertemu dikau di sini,
di dalam sunyi...
di gelisah yang berkabung...
di tutur kalimat bahagia...
kemudian menyusuri pandangan jenaka ilusi hatimu
berdetak, dekap tubuh yang tergores tinta

sejenak waktu terdiam bukan untuk hampa
renungi nasib di bawah kakiku yang tertusuk duri
baru saja,
saat melangkah, heningkan alam
ciptakan puing-puing jingga
dengan katup malu yang bertubi tatapan mata
meski masih beriak suara-suara nan jauh

'dikau tersenyum...
dan aku pun jua'
seraya menatap sang pengembara meninggalkan kata

#Ruang senyap di tepi air mata#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar