بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Rayuan Hujan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Rayuan Hujan":

rintik hujan membasahi
kau pun tahu,
menuruni merahnya rona pedih
tapi kau tak mengatakan apa yang baru saja terlewati
diamkan gemericik yang bertalu
heningkan malam yang sendu
seolah tak menyadari,
tinggalkan geletak mentari di sudut hampa,
nan jauh dari mata hati terkelam

dengarkan, ia masih menabuh alam
ingin satu, dan tak mungkin lebih
ingin tahu, dan tak mungkin lebih
ingin rasa, dan tak mungkin lebih
tapi singgahkah kau saat ia mulai diam?
berharap cemara-cemara basah di batas bukit impian
lalu memeluk dedaunan berduri,
perih... namun tak jua melangkah
masih diamkah lubuk semu yang bersandar di jiwa?
dan hinakan pelangi impian yang bertaburan di alas pandangan
sesampainya di awal hari cerita malam

bergelutlah waktu
kembali basah dengan rayuan hujan yang mesra
dan kau tetap tak merasa
ibanya..., khayalannya..., harapnya...
buangkan sekelumit kenangan terpisah
saat rintikannya berhamburan melalui kata-kata
bermanja luka di muara bukit yang tersakiti
pasrah...

#Sejuta mimpi untuknya ~ Pesona di Bumi Khatulistiwa#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar