بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Seruling Izroil di Bahtera Nuh

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Seruling Izroil di Bahtera Nuh":

terkelupas wacana di tepi bibir sungging
kedengkiankah? amarah? atau buahkan karya
-yang membodohi ketidaktahuan?-
karena mereka mengerti apa yang dicipta
lalu kau elukkan puing-puing itu,
di bawah kaki langit, menyoal prahara takjub
padahal Ia lebih tahu dari apa yang kau tahu

lewati jiwa mereka yang berandai tentram
sekejap kau melihat senyum berubah pilu
susuri bebatuan di kala berkabut
sepintas kau tertegun, terkapar di reruntuhan fana
terlunta-lunta mencari sepotong daging yang keluar dari tubuh
lantas kau semakin panik,
berlari... mengejar apakah Tuhan masih ada sebelum batu nisan ada?

enyah kebodohan saat Izroil menghampiri akal
ia sampaikan apa yang t'lah dititahkan
untuk kau, di pagar-pagar besi yang dijadikan budak
sedetik permainan usai
lanjut mengabarkan melalui wacana duka
selesai...

mengoyak galau...
pukau... terpana mata menjadi risih
khawatir gundukan terpelanting di kala waktu mendesir
hingga tiba... berdiam diri di pangkuan sang tanah
menangis. Pun takutkan bahteramu menagih janji

#Belumlah cukup kuartikan puisi#

{ 1 komentar... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

puisi-puisi di sini keren-keren... senang saya membacanya. kayaknya orang lama ya? :-?

sukses terus y sob dan semangat berkarya ;)

Posting Komentar