بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Untukmu Kawan...

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Untukmu Kawan...":

terdengar suara lirih di tengah canda
untukmu kawan...
mengalun suara indah di kejauhan sana
untukmu kawan...
namun, tak kunjung kau ibakan hati

dia beringsut menanjak menara kehidupan
untukmu kawan...
hanya berbekal berani tegakkan apa yang ditulis
untukmu kawan...
namun, tak jua kau beranjak candamu

waktu pun semakin suram,
saat ia habiskan kata terakhir dari ujung bibirnya yang basah
untukmu kawan... hanya untukmu
meski kau tetap asik dengan canda-riangmu
habiskan tangis yang dibuat semalam
ia hadirkan indah di hati

dan teruntukmu yang gelisah
hapus galau di awal waktu
ciptakan gemericik air yang basuhkan noda
lalu tuangkan pengaduan Illahi
hingga temukan candamu yang hilang

sekejap...
dengarkan suara lirih yang mengalun sendu:
"Allahu akbar... Allahu akbar...
...
...
Laa ilaa ha illallah..."

dan selalu untukmu kawan...

#Sesunyi perenungan malam#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar