بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kutuangkan Kisah Sang Bidadari Hati

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kutuangkan Kisah Sang Bidadari Hati":

sajak ini sengaja kutitahkan
untukmu yang di sana...
yang belum tergores di hati
meski kuyakini diri

mungkinkah kau hadir saat yang ditepati?
mungkinkah kau datang saat yang dijanji?
yakini...
bila kau terperi

laut... laut berteriak laut
sungai... sungai memanja sungai
matahari... matahari menikmati terik
dan alam bercita sebuah janji
lalu...
sebelum air susu ibu habis diminum sang anak

dan sajak ini untukmu
calon dunia berujung surga
temankan beberapa hikayat yang tercatat
senda gurau... canda menikmati waktu
tumpahkan sujud pada Sang Ilahi
untukmu...
sajak bergema pengantin

pun tahukah kamu?
seumpama sang nabi hadirkan petuah
harta
martabat
kecantikan
agama
untukmu... calon bidadari hati

~Sajak tak bermakna... sebuah pencarian dari kata yang terlarut... Habislah waktu memikirkan burung-burung yang mendayu. Entahlah...~

#Kuharap puisi ini menyentuh sang hati meski dia belumlah nampak di hati#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar