بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Tamu Tak Diundang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Tamu Tak Diundang":

kali pertama bertamu ke sini
aku ragu..., khawatir bila tak diterima
semacam pandangnya menyertakan amarah
namun, ia jua yang mengantarkan
lelah..., sejenak singgah

kurun waktu berubah jemari keriput
aku masih di gubuknya
setiap hari, benarkah aku menjadi pemilik?
enyah dugaanku, tak pelak ia menghampiri
bukan menghujam atau pun memukul
melainkan ucapkan petuah tak dimengertiku

seperti raja dan ratu
semasa layaknya pembantu
aku terkatung, tak jelaskan arah
namun ia diam tuk biarkan sesaat
luaskan ide pandangan
curamkan cakrawala pengetahuan
bermain mentari dan hujan
dan begitulah...
sampai detik kucatkan tembok gubuknya yang kian pecah

aku tamu tak diundang,
pikirku walau ia tak berpikir begitu
katanya;
aku begitu teristimewa
hadirkan sebuah imaji berbeda
karena hati yang berkata
bukan nafsu yang melata

#Sebenarnya puisi hadir dari sebuah kata (?)#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar