بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sebelum Akhirnya Kita Bersama

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sebelum Akhirnya Kita Bersama":

bergetar tubuhku saat menatap wajahmu
dari sungai di seberang sawahmu
aku malu
tiba menyeruak sedalam benih hati yang muncul
tiba-tiba dan menahan petuah;
rindu

pun bergetar sesaat menyaksikan senyum ranum merahmu
yang terusir dan terdampar di sini
seperti menyulam batik-batik
meniupkan pola-pola bunga yang terbayar
lalu mencuri dan mengambil hatiku

aku tetaplah sama
kala kerasnya jemari menahan satu kata untuk menulis
kau lunakkan lalu dekatkan pada bulan yang muncul

sederet cerita akhirnya sudah
ada tanda yang menyatukan kita
aku dan kau,
meski aku tak bergetar karena malu
kau pun tak sembunyi tuk seberangi sungai sawahmu

#Pesan untuknya yang selalu di hati... Puisi melanda ruang-ruang kota Khatulistiwa#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar