بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Selepas Cemburu Maghrib

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Selepas Cemburu Maghrib":

dari kehidupan lalu tumbuh cemburu
buat luka sendiri meski bukan ia yang terluka
rembaslah cinta bersemi
menutup pintu-pintu di penghujung maghrib
lenakan air mata yang akan turun
malam ini

sebelum cinta menodakan zikir penutup
menduakan anak-anak yang merengek tuk pergi ke surau
menggotong seruan dari lampu yang diusingkan sang ayah
lamat terdengar kicau rembulan mendoa
dikau terantuk satu musim penepian
luka... cukup derai air mata habis sebelum tahajud pergi

seindah dugaan tak seindah nyata
lambat laun terukir dendam
cemburu t'lah tuakan ayat-ayat yang menjerit;
'anakku mati!
anakku mati! bermesra durja dinding pemisah hati!'
pun hujan sampaikan kepiluan
sesalkan surau ditutup selepas cemburu usai
malam ini... di kamar yang mengubur langkah berderap

#aku tak mengizinkan puisi ini mencemburui kewajibanku#

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar