بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Untukmu Amar: Keikhlasanmu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Untukmu Amar: Keikhlasanmu":

sebuah kenyataanmu wahai amar...
tidakkah tombak itu baru saja ditegakkan oleh si fana
karena dendam atau pun keinginan nafsu?
ia adalah saksi bisu keteguhanmu
kawan kepiluan dan derita sepanjang hati
namun, bukankah nikmat itu yang akan kau rasa?

kami tahu...
kau bukan budak nafsu jelata sang dunia
bukan pula kawan yang terpenjara waktu
kau adalah kau
yang selalu diam saat dusta menghasut angan-angan
yang selalu bersembunyi saat nista pertaruhkan diri

kami tahu...
nerakamu adalah pada surga yang sering dibincangkan si semu
surgamu pada waktu sangkakala meleburkan dentum kedengkian
kau adalah kau
yang terbangun saat si alpa terlelap demi serunai air matamu
yang bersimpuh saat senja masih saja mendayu-dayu hasrat

amar...
ini adalah kenyataan
kepiluan sesaat hingga kaurasakan kautsar itu
mengkristalkan saujana dan mengalir di depan teduh wajahmu yang terlelap
dengan senyum simpul setelah mentari gersangkan belulang sucimu

amar...
bukankah firdaus sedang berbincang-bincang denganmu?
bukankah keirian malaikat-malaikat melekat di hati ikhlasmu?
sementara mata kami masih tertutup kabut fatamorgana

Jakarta, 20/05/2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar