بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Ilusi: Di Serambi Masjid

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Ilusi: Di Serambi Masjid":

jika tak terdengar lagi bunyi yang sering berbunyi
dari serambi masjid melalui decak udara
yang terbangun karena pelukan lembayu asa
mungkin air mata tak perlu sisakan kedustaan sejagad

jika tak terasa aura nurani menempel di hati
pada satu kisah pewayangan yang secara mendadak
tidurkan penonton berkaca pelangi
mungkin sentuhan tak ada
pada kalbu yang jauh bersembunyi sebelum dekapkan suci

pun jika ini sebuah perjalanan
atau pun kisah termakhfi - sebab tak sempat tuangkan ramuan langit -
apakah kebunkebun itu akan subur kembali?
sementara kemarau mengendus luka,
lembaian rasa tersendat

jika dan jika itu hanyalah ilusi
biarkan alam tuk dengarkan lantang serambi masjid
pada tegap dan barisbaris rapih seperti
: ayah dan anak
: kepala dan kaki
pun begitu tumpah ruah aura tak lagi melakonkan dosa

dan suatu kisah...
masa lalu begitu sulit terlupa
sebab petang belum menghujam zaman
pada serambi masjid yang kemudian menjadi sebuah ilusi
nanti!

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar