بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Keikhlasan Itu...

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Keikhlasan Itu...":

keikhlasan terpelanting di hadapanku
karena inginkan daku
sementara dengki dan iri menghantui jejakjejak di halusinasi
padahal kemarin amarah baru saja berlalu
tinggalkan pongah yang menangis deru

aku menjingkat
berbuih di antara nafsu yang terpukul akal
pun begitu akal yang terbujuk dajjal-dajjal di tepi jalan
pada raut kehidupan hati
pada sesunyi ruang hampa di sudutsudut air mata
padahal tak lama takabbur menggonggong tuk direstui
menjadi ikhlas yang menepi

keikhlasan itu terpelanting
tepat pada nyiur yang menembus kepiluan
kesedihan
kesenjaan yang tiba-tiba memutih pudar
tinggalkan jemarijemari itu...

keikhlasan itu
sudah tak nampak...
pada permukaan nafas yang tersengal

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar