بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Memburu Dajjal

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Memburu Dajjal":

suatu ketika di rumah kecil nan sempit
terdengar teriakan mengalun bak petir menggelegar malam
bukan sebab kesakitan karena ibu memarahi sang anak
bukan pula air mata meninggalkan kasih
karena maya membias pada kehinaan waktu

sejak itu,
hari-hari membungkam tuk lewati jalan lalu menyepikan rumah itu
keluar sejenak dan mencari makan di setiap kata
menodongkan emas yang sengaja tercipta dari kerinduan harta
meluluhkan hati yang sedia kala terjamah hasrat
menyembilu rona di pipi yang terbakar
sebab daging memakan daging di perut sendiri

padahal setelah lama,
rumah itu kembali terbangun dengan emas berparas ikhlas
menyongsong senja tuk dijadikan berhala
lambat laun pun tak lagi bijak berdiri angkuh
karena mata-mata khawatir kebenaran terungkap durja
meski hati terbahak-bahak menyulam benih laknat

cemburu doa!
begitu saat pengelana mencari dosa-dosa pada helai benang terajut
termakhfi dan tak mengira jika mulut dan tubuh meregang nestapa
petanda waktu mulai mengebiri hati yang teronggok jera
meski anak-anaknya melonglong bak serigala di ujung jurang rerimbunan malam
padahal sedetik kemudian nurani sedang memburu Dajjal
pada surau kecil yang menyisi di ruang fana

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar