بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Zapin Kerinduan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Zapin Kerinduan":

zapin menabuh benderang khatulistiwa
melewati riakriak sampan yang melaju
pada batasnya di antara kekuatan
- satu cinta
yang tetap menunggu di tepi air mata
- rindu

bila suatu saat nanti
masih terdengar decak kekhawatiran
disebabkan sungai itu terhitamkan satu kenangan
cukup tinta yang berlimpah di sudut peraduan
sebagai pualam dari hati merindu

lalu tapak kaki tak berhenti
menembus satu sejarah yang terkuak
tersirami hujan di garis pemisah kekakuan
mengalirkan denyut nadi memerah
iramakan denyut jantung merasa

dan zapin masih berdetak
mengiringi lagulagu dari pilu
yang tersumbat batu kecongakkan

pun lain jiwa lain hati
zapin tak merasa lunasi hutang budi
pada tonggak istana lazuardi hati

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar