بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Akhir: Sebuah Cerita

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Akhir: Sebuah Cerita":

saat kita bertemu di tepi senja
aku mengungkapkan satu keabadian tentang kita
melalui desir pawana pada karang-karang yang teronggok jera
sebab jarak pandang menumpahkan harap
gugur dan tumpah ruah dengan decak tangis memarau

ah...,
bukti kesetiaan itu tak jua berpihak
mendendangkan rembulan yang terjungkal bintang-bintang cakrawala
menanam benih karena kecemburuan menusuk hati
dan kita tergerak mencumbu waktu
pada getir perwajahan hidup khatulistiwa yang terbuai

lalu kita berpisah, membelakangi punggung kesalingpengertian
rasa kecewa menipis suka
terguyur lagu-lagu di malam pekat yang terucap tak berarti
air matamu! gelisah percuma!
kala itu pun pergi berlalu-lalang menempuh ujian hati

semenjak masa setahun berlalu,
sampai di mana cerita kita?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar