بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Bendungan Ma'arib

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Bendungan Ma'arib":

membentang dari timur ke barat
lalu pagi datang menjelma
dibarengi semburat cahaya
yang jatuh di utara
lewati bendungan Ma’arib pada celah lembah
lembab pun basah berair

kesetiaan di antara berhala-berhala
memahat raga tak berikan ruh
napas terhenti dan lindap seluruh congak yang dikebiri
jalur selatan hancurkan syair-syair dari ribuan penyair
yang menggubah kata menjadi hasrat

lama sekali awan-awan mengumpul
derai belulang tak peri ingin mendulang
menyusup ke hati ayah yang dipertuan
menggandeng ibu dari peranakan surga
tulusnya menggapit gajah-gajah yang mati
nelangsa kecongakkan pada sebuah kerikil
saat tangisan menyempurnakan
apa yang telah disempurnakan dari orang-orang terdahulu

berdiri dan kembali
ke pembaringan sunyi,
tinggalkan antah berantah duniawi

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar