بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Japoyota

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Japoyota*":

Ja
kutinggalkan beribu luka
dan singgah di Pariangan, sementara waktu
agar jiwa-jiwa tak marah
biar rembas segala duka
dan lenyap, luluh tersapu jenaka
binar wajah-wajah baru

Po
ini kisah paling sembilu dari sekian kisah
berawal dari titik maya
tumpah pandang lalu menepi
di suatu petang, di sudut kota
namun tiba gelap merayap
sebab jejak tak jua ditapaki
pun aroma dari tubuh belum diciumi
kemudian diam… menyembilu

Yo
datang dengan sejuta syair
lantunkan puisi-puisi yang masih lindap
melambungkan sejarah asal perkampungan
sekiranya kereta belum sampai,
candi-candi itu menunggu dan berbisik:
“menikahimu,
lebih dari apa yang kubayangkan!”

Ta
tanda terakhir dari rasa merasa
berdetak, cukup lama
di ujung ketidaksengajaan datangkan cumbuan
pada cerita, kenangan lalu
memilin kasih walau sebentar
saban hari dengan canda asmara
lalu perjalanan panjang mungkinkah usai?

Japoyota
Ja, yang kuawali dengan cinta
Po, yang kusinggahi dengan rindu
Yo, yang kudampingi dengan kata
Ta, yang kutemani dengan kasih
masih menyusur ke dalam kidung nurani
mencari sebuah kisah jelata merindu

Jakarta, 2012

*) penggabungan dua huruf awal dari empat nama kota: Jakarta, Pontianak, Yogyakarta, dan Tangerang. Hanya sebuah kenangan pribadi lalu menjadi kisah hingga saat ini.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar