بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Ketika Purnama Tak Lagi Terang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Ketika Purnama Tak Lagi Terang":

setelah purnama usai
menutup segala perih dan duka
hendak dikemanakan
istana-istana yang baru saja berdiri
di desa, di kota
di gunung, di laut
di sabana, di samudra
lantas siapa yang dapat menguji
setiap khabar pada goresan dinding
di wajah keyakinan yang terbagi
sementara lindap gemala itu
hangus sudah, meski sedikit tersisa

waktu menggantung
belum menuju hak antara huru-hara
tumbang pepohonan, zahir akarnya
buah-buah membusuk, batin merendam
mengusik kalbu bermuara Illahi
namun tiada berhias mengaca diri
kecuali sedikit

satu yang tertinggal
di antara reruntuhan sejarah mengerang
tak terpisah, terganti maupun diganti
sebab ajaran sudah terjaga di hati
bungkam neraka tuk dekap insan di penghujung doa
meski sedikit

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar