بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Padahal Hari Belum Usai

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Padahal Hari Belum Usai":

aku baru selesai membuatkan secangkir teh untuk malam ini
sebelum kita beranjak ke kasur dimana kita melepas lelah
seperti yang kau bilang:
"buatkan aku segelas kehangatan di bawah rembulan
hangatkan...
hangatkan...
lalu peluk aku pada decak indahmu"

aku duduk di sampingmu sembari memutar kembali alunan musik
sekilas kumenatapmu yang membalas dengan senyum simpulmu
kita bersama malam ini
dan sesampainya di ujung lagu kau bilang:
"hidangkan aku telaga kautsar yang berada di atas rak bukuku
dekap aku!"
pintamu padahal sunyi malam masih sisakan suara melata

pagi setelah kita terbangun dan habiskan dua cangkir teh
kau diam sesaat pada kelopak mataku yang terjatuh
suaramu senyap bisikkan mentari
tanganmu terkulai di atas dada degup jantungku
pun kau tak meminta apa, seperti:
"buatkan aku secangkir kopi tuk akhiri derita hari-hari"

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar