بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Penat

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Penat":

satu dari sekian banyak
pilihan tuk dipikirkan, bergetar perih
padahal di sana masih banyak tempat kosong
tuk diisi bukan diterawang
lalu diam-diam lekas pulang
tak sudi mata memandang
kaki kaku terpaku

duduk sendirian
penuh misteri dalam bayang
tak dikira dan dinyana,
mata, hati, lalu gundah menjelma
tak jua hadir dalam peluk kanvas berhasrat
meregang penat di jeruji nasib sendiri

pun sudah
waktu terbuang cuma
saat ini masih belum juga
tiga
dua
satu
huruf sekalipun yang tercipta, apalagi lebih dari sekadar huruf
?

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar