بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Pesan Kampung

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Pesan Kampung":

ayahmu sudah lama mati sejak kau tinggalkan kampung
sebab satu peristiwa pilu
sedangkan ibumu kabur membawa sekain baju putih di punggungnya
dan adikmu busuk kelaparan di gubukmu

lalu kemanakah kau selama ini?

ingatkah kenangan pada suraumu yang ramai?
sebelum tubuh kecilmu merengek dibuatkan air jeruk yang dingin
pada puasa-puasa pertama kami
dan ingatkah luapan takbir di penghujung ramadhan?
pada gempita petasan dan jabat tangan handai taulan
pun kau bergetar menangisi suaramu saat mengimami kami

lalu kemanakah kau selama ini?

padahal jerit syawal begitu iba tuk memeluk ibumu
salam fitri merindu tuk cium keringat ayahmu
dan adikmu, si biang plagiat cinta menunggu di atas mimbar harapmu

lalu kemanakah kau selama ini?
sementara tanah itu sudah sepi dari kampung

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar