بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sajak Ibunda

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sajak Ibunda":

sehelai benang terjatuh di atas pangkuan ibunda yang tersedu sedan
menatap anak berkalung besi pada tepi jalan menghadap trotoar perih
mengalun kidung di sepinya bibir-bibir memerah
mewangikan guratan senja yang terurai dari rambutnya yang basah
ibunda...
begitu kata yang terungkap dari mata nanar pejalan kaki
usingkan lengan membungkam mentari pada raut-raut wajah kosong

setelah itu,
sejarah tak dedahkan waktu di atas zikir-zikir pemisah
sebab ibunda telah lama mati di tepi penyeberangan jalan

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar