بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sebilah Luka Perjalanan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sebilah Luka Perjalanan":

kau bawakan bunga mekar sebagai tanda baktimu
menaruhnya di depan papan tak berkata
semburat pipimu jatuh terbias mentari
lambat laun ada hal yang terdedah
melantunkan seiyanya kabar-kabar dari perantau singgah
lalu seketika itu nampak sekali kawanmu menepuk pundakmu
pelan

melangkah kakimu meninggalkan bekas waktu
meski tak dapat dipungkiri,
jika masih kau tanam benih itu di halaman rumahmu
sengaja, biar tahu betapa berharganya nyawa satu kali
dalam dekap
kemesraan yang menindih kegelisahan berpanjangan

seperti bara-bara di api unggun
begitu kiranya perjalanan hatimu sampai di titik nadir
luka dan lara

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar