بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sepeninggal Ibu: Doa

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sepeninggal Ibu: Doa":

setiap kali kulewati gundukan
yang masih basah
aku terpaku pada bayangan ibu
kemarin sore,
sebelum kutemukan jasadnya
di antara doa pengelana rindu

masih dalam memori kasih
ingatlah, diriku
saat lembar belulang ayat-ayatnya kudekap
pada derai mata pengharapan
ingatlah, diriku
saat malam sebelum bebaring
surganya kupeluk dan kubasuh
pada sungai-sungai kristal tak ternilai

masih terpaku, aku
seraya membungkam fana
rasakan hembusan dada dunia
di sini, di hadapan gundukan bertabur bunga
pada rentanya yang tiba-tiba tersenyum

doa dalam gumamku:
“ibuku di surga... bersama Khadijah dan Asiah”

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar