بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Seputung Rokok dalam Bungkus Kelam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Seputung Rokok dalam Bungkus Kelam":

seputung rokok dalam detik yang berdetik
terhisap mati sekejap pandang
bimbang menggema tuk bujuk rayu si pandir, sebab
di mana warung-warung membuka lapak setelah kematian?
Satu. Dua. Tiga.
pada degup jantung tercium asap-asap yang tiba keluar dari selokan
di satu kisah yang teramat lama menduka meski hidung tersumbat decak

sebungkus rokok dalam tempurung mengumpat putung
mencuri dedaunan di kebun tembakau milik si punya
kawan bukan lagi kawan, musuh pun dikata kawan
sementara di tengah malam ada secangkir kopi yang masih penuh
belum terseruput mesra
menjadi dingin... sedingin kubahan es di kutub raga

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar