بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Serangga di Sudut Kota

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Serangga di Sudut Kota":

semerbak bau busuk menusuk hidung
sesaat kulewati pendakian tuk sampai ke rumahmu
sesekali serangga-serangga itu berkumpul di sudut tikungan
menyemai syair-syair yang baru saja dibuat, baru saja!
pun terkoyak benteng di bawah deru kenaifan

lama dan begitu lama harus kujalani
tak kuasa mata-mata yang berbalik menatapku
usingkan lengan beralas hitam pada compang-camping jas berputih
menarikku ke dalam simfoni jelata rumahmu
lagi-lagi kutemukan sebuah jiwa

di tepi jalan, ya di tepi jalan
sebelum detik-detik kutiba di rumahmu
derai sukma embun mata terjungkal pada nestapa
sebab baru saja serangga itu hinggap di urat nadi
jantung nafasku

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar