بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Setengah Bulan Purnama

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Setengah Bulan Purnama":

teriring salam dan doa dari bibir yang terucap kelu
segenap laporkan diri yang khilaf
pada ujung petang di awal takbir yang sengaja terungkap
sebelum luluh derita seraya mengembun hati
setelah sepotong bambu berderai sehelai daun
yang baru tumbuh -menghijau-

pada awalnya adalah fitrah
walau zahirnya berlumat nista
pada waktu, di tengah jalan yang tak enggan menjamu fana
meski akhirnya sebuah riwayat berhasrat tuk dedahkan gelisah
agar harap tak mengucilkan asa yang mendera
sebab ruh mengumpulkan sejuta makna pada jiwa

sekiranya,
melalui zikir bersela
dengan ayat-ayat yang ditopang keikhlasan
ada jua senyum menyimpul di batas purnama yang kian usai
setelahnya satu tanda hadirkan sejarah bertuah
mendulang sejatinya wangi-wangi yang dirindu ibu
seperti janin yang tak pernah sedikit pun berdusta

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar