بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Simpang Empat

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Simpang Empat":

di simpang empat
pertemuan dari dua napas yang beda
gemericik satu lagu datang meminta
menembus dinding kaca yang tertutup
rapat
pekat
dan menggulirkan jalur-jalur berbintang

di antara bongkahan sejarah (dilupa atau memang terlupa)
bersembunyi satu kata di bawah pohon tak berdaun
bersimpuh harap,
menengadah doa pada dentum
tangan-tangan yang menggesek alpa
namun hanya curah asap yang membaur
lalu jatuh di telapak tangan

mata-mata tajam hanya meringis
mengelus dada, menepuk angin
di simpang empat
yang nyaris gadaikan tubuh di tengah jalan
biar terlindas,
tercecer segala peluh dari kidung tak bersuara
atau memang tak disuarakan?

di simpang empat
hanya satu -tanda- dari sekian banyak
tanda dari persimpangan

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar