بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Suara-suara Merindu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Suara-suara Merindu":

kala kau bernyanyi di hadapan
keringatmu turun dengan wajah sayu tuk selesaikan waktu
kutahu kau gugup
padahal aku sangat menikmati suaramu
saat kuulangi a, b, c, hingga z tuk cumbu keningmu
tubuh kecilmu bergetar menghapal kata
ayolah..., kuyakin suara-suaramu mendecakkan mata menatap

jika nanti kedewasaan tiba mendekat
kau akan mengerti arti dari perjalanan
melalui suara-suaramu
bukankah sejak dulu kau inginkan denting nada-nada itu berhamburan?
bukankah senyum mengulum yang ingin kau sematkan ke dada ibu?
ayolah..., lambat laun suaramu menjadi nyata
bukti sejarah jika kau ada

aku tersenyum pada ujung senja sebelum lelap
ternyata masa mencukupi makna dari belaian rindu
suara-suaramu mengantarkan zikir penutup usiaku
kau tahu... sebab kuyakin, hati tak dapat dibohongi pada keinginanmu
dengan suara-suaramu

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar