بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Bersemi di Satu Atap

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Bersemi di Satu Atap":

kita berdiri di sini
sebagai dua orang yang baru dikenal
padahal beberapa tahun
kita pernah merasakan
: pahit
: manis
pada kidung perjalanan yang bertalu

namun nyatanya
kita ada di sini
menatap wajahwajah di antara
: napas
: hati

dan mungkinkah ini takdir?
aku dan kamu
sebagai saksi kehidupan baru

entahlah...
yang ada kita sudah beratap satu

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar