بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Hanya Kenangan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah… berikut Puisi “Hanya Kenangan”:

lalu aku menangis
berjatuhan pada malam kesekian,
sendiri

kenangan, ya sebuah kenangan
begitu indah diingat,
mungkin kau tak lagi ingat
sebab kutahu kesibukanmu menyita
duniamu tak sudi tuk bercengkrama dengan masa-masa
: lalu yang menjadi kenangan

dan kembali jatuh,
air mata itu pada sunyi
seraya kucoba tatap wajah di benak
- yang tiba-tiba beriak setibanya pawana menyisir
sungaimu yang sangat begitu merindu

ingatkah kau?
betapa sirat wajahku dulu
begitu menyayangi dirimu
ah…, tak mungkinlah
- sebab lagi-lagi kau sibuk dengan segala rupa sandiwara
acapkali kumenangis dalam sunyi ingatanmu

#untukmu, Pesonaku di Bumi Khatulistiwa#

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar