بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kurasa Senja Merindukanmu

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kurasa Senja Merindukanmu":

kurasakan getir napas
membumbung tinggi di atas bendera nafsu
kau membawa lalu
mengubur kerandakeranda itu
sementara kuburan masih sangatlah sepi
dan kutarik urat wajahku
tuk ceburkan nestapa yang berkabung

aku tak ingin senja merinduimu
biarkan ia berjalan seiring waktu
kemudian memecah daun karena gugur
aku tak ingin malam mengepungmu
biarkan ia berdiam sejenak sunyi
agar tak ada lagi mayatmayat bersatu
- membuat lingkaran di kawah nafsu

lalu selalu saja kurasakan getir napas
membuncah dan berserak di sudut
- senja yang sedang menunggumu
merindukan belaian hasrat dari
- setiap jengkal usiamu
- langkah umurmu

dan berduka sehabis itu,
bersemi bungabunga melati
sebagai tanda
: napas bergerak memayungi
pekuburan yang terisi oleh satu tubuh

senja yang terapung
sebab dirindui oleh napas bernafsu

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar