بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Memoar Semalam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Memoar Semalam":

: untuk KJ

aku belum mampu menulis sebuah sajak. pun sekata. namun kau kerap datang dengan puisi. paksakan kehendakmu tuk mengangkat pena dan kertas. aku tak mampu! namun -sekali lagi- kau selalu bilang: - bukan kau tak mampu, tapi huruf-huruf itu berteriak dengan sendirinya. mencumbumu.

dan kali ini kau datang dengan pesan, seperti sebelumnya. aku membaca lalu saksikan kunang-kunang menghias di sekeliling kertas yang kauberikan dulu. takjub. tengah malam. walau belum kupahami apatah pandir masih berkata: aku tak mampu!

tapi senyummu. senyum puisimu, tiba-tiba menjadi bukti jika sajak itu bukanlah puisi yang selama ini kucari. bukan sembilu pada kata. namun rasa ketika langkah memakna. kau bisikan: seperti matahari tak tertutup malam dikurung sunyi. aku ingat betul, dan begitu ingat: jangan biarkan kata menghentikan puisi.

kesederhanaanmu, begitu kiranya.

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar