بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Pada Bunyi Genta

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Pada Bunyi Genta":

genta berbunyi pada denting yang parau
dan sunyi membelalak
mengaburkan saujana di sudut lampulampu padam
seketika pawana mendesir,
ketakutan
berbalas nadir yang mengusung benak cakrawala

sebuah cerita
bergambar sketsa sejarah menawan langit
di sebuah perahu berawak peri
lalu genta membisu
berkabung pada secarik kertas yang mengapung
berceritalah!
hujamkan baitbait zenit beralaskan nurani
dan kepada rintik hujan,
terdengar gelegar petir terjatuh
di depan nahkoda yang buta

seketika diam,
senyap alam mecuricuri masa
berganti samudera tercemar darah
luluh lantak!
berduka dengan napas kawan membangkai

lalu genta bertolak,
bicara
membangunkan ikanikan yang terkapar
di bawah nadir yang tercipta histeris
semalam, menderit

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar