بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sajak Benci Si Pandir

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sajak Benci Si Pandir":

begitu banyak kebencian
melalui katakata yang kau ukir
dengan kaca
padahal sebelumnya
kau masih tertawa dan berikan
satu tanda wajah persahabatan

lalu atas nama kebebasan
kau sengaja guyur segala perih memekat
dengan jarum yang terhuyung - menusuk
dan membekas di singgasana dewadewa
penyair budak

ini demokrasi!
bebas bicara!
lantangmu seketika menghujam kepandiranku,
luluhku berlalu jatuh
dan terbuyar di semaksemak beranda
keinginan pada tiang keikhlasan
namun, terpotong oleh nyanyian dusta
perjuangan

begitu banyak benci, sebab
seonggok dendam terukir di nanar matamu
pada halusinasi mayatmayat bersyair

ini demokrasi!
lantaslah pulang menyendiri
aku
yang tibatiba terbuang
pun terpinggirkan ruangruang sajak
: bermasa
: bertuan

ini demokrasi!
padahal dunia telah mencatat nama
- ku
- mu
- kita

Jakarta, 2012

{ 2 komentar... read them below or add one }

Motamatika mengatakan...

Itu puisi ciptaannya siapa sob?
kata-katanya bagus

Zuwaily mengatakan...

terima kasih atas apresiasi dan komentarnya^^
semua puisi di blog ini hasil dari pemikiran yang empunya blog.

salam

Posting Komentar