بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Anak Tertua

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Anak Tertua":

sebagai anak yang tertua,
bukan termuda
teman-teman hanya tertawa

"hahaha...
cuih!!!"

bukan tanggung jawab yang diemban
namun memintal-mintal kain sarung
di seberang jalan
pinggir kali dan berenang menuju hulu
untuk sembahyang di surau
dan mereka tertawa,
teman-teman

"hahaha...
cuih!!!"

sebagai anak yang tertua,
seperti sebuah dongeng
kisah pada malam
dan tak mengerti maksud apa
: hanya ingin menyembah gunakan kopiah

teman-teman tertawa,
"hahaha...
cuih!!!"

-aku belum sanggup
meraja sebagai seorang anak.
yang tertua-

dan isyarat hidup berjabat tangan
bercermin dari kata yang memantulkan kisah

: aku anak yang tertua

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar