بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Boneka Nasib

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Boneka Nasib":

dari mana aku tahu
jika kita tak berbicara
kita tak saling memandang
pun bertemu

dari mana aku tahu?

kita dibatasi jarak
dan waktu
kita dibatasi akal
dan nafsu
kadang kita juga dibatasi
oleh hati

dari mana aku tahu?

parasmu
tubuhmu
tingkahmu
dan harummu

lalu kita hanya diam,
tak bergerak dari rumah-rumah kita yang berdiri
meski nyatanya,
kita bertetangga, terjarak
oleh sehelai daun yang jatuh dari pohon
- samping rumahku
- rumahmu

dan kita seperti boneka nasib
seraya cemas - menunggu -
kapan kita bertemu
agar aku tak kembali bertanya;

"dari mana aku tahu?"

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar