بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Di Seberang Nyanyian Batin

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Di Seberang Nyanyian Batin":

berlalu dari satu kata ke kata yang menembus
berbatasan dengan satu cerita
lalu di benih pagi sebelum kita berangkat
ada tangis yang tersisa sengaja
pun tahu jika ikatan sebuah janji tak lepas jua

kita menanam di bukit-bukit petuah
tiga masa berganti lembar kharisma sang tua
bercengkrama sesaat nyiur ajakan pahala
ingatlah pasti...
pontang-panting mengejar hujan ke surau di depan makna

aku tak ingin jika kenangan terlupa
tak perlu melanglang tuk cari seberapa besar mata
ia di pandangan hati yang tersimpan rasa
tak perlu risau anak-beranak hembuskan dupa
tak perlu gegabah lontarkan alpa
cukup doa dari dua tangan sebelum syair-syair bertindak nyata

kawan...
kita adalah waktu
berdenting menyusuri ranah asa yang menyelinap
dan kita pun sebuah kenangan
di pelupuk noktah cinta yang sudah termaktub
dari hati untuk hati

kawan...
perjuangan ini tak pernah usai
sebelum bismillah tercabut dari tubuh beronak duri
seperti pawana berhembus ke pangkuan sejati
dengan hati dan berjatuhan di samudera Ilahi

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar