بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Diam Beremas

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Diam Beremas":

diam sembunyi
di bawah terik matahari
pria itu berwajah kusut
lebih kusut dari benang

diam!
dia hanya menatap satu noktah memutih
di antara gelisah, yang memandang
berharap warna-warna segera ada
dan membawa emas berlian

tetapi waktu harus bergerak
tak mungkin diam
diam!!!

dan berulah gaduh agar berisik
dan memukul wajah yang kusut

bangkit.
tak diam
- memangku emas bersimpuh

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar