بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Gelisah

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Gelisah":

perih di dada, paling dalam
menusuk.
begitu yang dirasa
sungguh. menikam!
seumpama ujung pisau
lalu merobek dada

aku gelisah
pada malam kesendirian
di ujung masa yang merangkak ke barat
sulit raga. jiwa. pun rasa
dan hendakku tercekat oleh bayang
pejamku terhalang dendam.
begitu!

perih.
pilu.
sungguh mendarahkan bumi pada napasku
yang tersengal - tersulut
: amarah
benci!

tidak!!!
padahal ini hanyalah sekadar gelisah
namun menyembul di batas khayal,
bermimpi

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar