بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Kebebasan (?) Rasa

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Kebebasan (?) Rasa":

kebebasan:
singa-singa berlari dan mengejar kijang
instingnya berkata,
"makan siang!"
dan tak risau
-ia berlalu pun tak perlu berdalih dalil-

di rerumputan
"aku berlari!"
kijang itu melompat-lompat
menghindar

lalu sekejap napas
singa semakin mendekat!
dan kebebasan membuaskannya
mati. taring dan kuku merobek
mati.

dan rasa pemisah, sebuah nyata
anak-anak mengangkat senjata
sebab bebas,
tak terkendali dari unsur saraf yang mengisyaratkan
: jangan berlagak hewan!

...

sudah paham rasa, begitu
- yang menggempal di atas sebuah kebebasan
meski harus binasa
. berceceran darah dan dendam yang malu

...

masih sedikit atau pun tak memiliki
suatu ketika di mana rasa menjauh
singa-singa yang mengejar kijang
atau pakaian yang sudah jatuh ke dalam lumpur,
namu lupa dicuci
sebab bebas

-dan jauh... jauh sekali jiwa menyeimbangkan hati-

...

dan rasa memang pun menjauh
: belum paham rasa serta sedikit pun tidak

kebebasan!

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar