بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Pensil Patah

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Pensil Patah":

pensil itu patah
ujungnya jatuh ke tanah

ia tak dapat menulis
hanya diam;
menatap pensil patahnya

pensil itu patah
- terbelah
sementara tak mungkin mencari
: toko alat tulis di gelap ini
ia sadar
: cukup duduk dan menunggu

dan ujungnya tak lagi terpakai
apalagi membuat sebuah huruf
ia diam
padahal teman-temannya sedang asik membaca
meski tak terbaca

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar