بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Pulang

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Pulang":

pulang, saya pulang
dengan cinta dan rindu
lalu bebas yang bukan dibebaskan
saya pulang
: ayah
: ibu

pun saya tiba, di wajah ayah
lelaki tua itu di hadapan, menunggu anak pulang
pun saya tiba, ibu sibuk di belakang
siapkan menu hidangan untuk anak
"anakku pulang!!!"
begitu gembiranya ibu berkata kepada tetangga
dari pintu dapur, dan tahulah ia

pulang
dengan kaki, tubuh
dengan tangan, tubuh
dengan segala rupa
sebab saya mengumpulkan harta
mengumpulkan rumah
-megah beristana emas

dan belum sedetik meraih pintu-pintu tengah dalam rumah
suasana kabur, meninggalkan kepulangan saya.
ayah diam, piring di tangan ibu pecah
saya berpangut, ya sudah.
bukan resiko sebagai anak yang dirajakan
sebab saya pulang membungkus keringat-keringat

namun semakin diam, saya pun diam
mereka tak berkata. diam

-doa tertinggal di rantaumu, nak-

pun tak berarti
saat itu saya sudah ke dalam kamar,
tidur

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar