بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Sang Penakluk

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Sang Penakluk":

berlari menunggang kuda menuju utara
memecah aurora yang menyilang
dalam dingin menyibak alam
sejenak tapak menghilang,
kuduskan doa menggugah tiang-tiang yang rapuh
sang pemberani!

jubahnya melayang
- mengudara di sekujur bunyi kaki tunggangan
air mata jatuh, di sana!
padahal pedang terhunus, ingin menghantam
istana yang jauh dipandang
fatamorgana membias... ibarat ilusi
memanggil-manggil serigala yang berjudi
di atas langit sekawanan domba yang mencari rumput

dia berlari!
mengejar dengan kuda tunggangan, perisai
dan pedang yang belum berdarah
tapi belum sampai ke tujuan
di tengah jalan,
hanya iba yang didapat. air mata
jubahnya tersangkut tangan wanita berparas ibu

jauh menuju tepi
dekat menepi di dalam hati
bukanlah ia sang pemberani
yang takluk jua,
akibat ibu tak merestui kuda-kuda
berlari mengejar aurora yang menghantui
: mata nurani

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar