بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Selusin Karung Puisi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Selusin Karung Puisi":

yang ada hanya puisi bergelantung
di atas jemuran ibu-ibu bertelanjang dada
yang ada hanya kata berlarian
di padang tempat kerbau-kerbau memakan rumput

dekap!
cium!

tapi masih saja waktu mencuri sela
di selangkangan wanita-wanita penjaga kedai
di pinggir sebuah kuburan yang beralamatkan
"aku sedang mencari selendang dan beras"

dekap!
cium!

dan selalu begitu yang terjadi
serupa ada selusin karung bahan tak terpakai
teronggok di sudut gudang tak bernyawa
dan memang begitu adanya
serupa ramayana mencari shinta dengan pontang-panting
mengejar cinta yang sebenarnya mati

dekap!
cium!

yang ada hanya puisi
: kotor
yang ada hanya kata
: kering

lalu malam-malam yang dingin merasuk
anak-anak sudah tidur dalam dekapan ibu
- yang tidak bertelanjang dada
pun kerbau tak lagi merengek tuk pergi ke ladang
- yang kekenyangan memakan rumput

sebab
:
dekap!
cium!

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar