بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Separuh Napas Puisi

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Separuh Napas Puisi":

hancur lebur segala rupa
merupa pandang di wajah bisu
lalu hentak tangan menggeliat kesal
ciumnya dalam gelisah pekat
mesti berhenti sesaat,
menerawang angka dan huruf
agar jatuh
- dan terjatuh, cukup sekali

bukankah seribu puisi adalah mimpi?

daun-daun yang gugur
membelah angin seketika,
bergantungan dengan ilusi
sembari gandeng mentari yang membias
di kolam ikan yang berenang ke atas
: mencari napas

seribu puisi seumpama asa, bukankah?

dan hancur lebur segala rupa
berkecipak sealun nyiur daun yang jatuh
- dan terjatuh, cukup sekali
bibir yang melekat -pun-
bak tanda sejuta bahagia pada wajah
- yang menghabiskan separuh waktu di antara huruf
yang melangkah
mendoa;
mengharap

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar