بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Bahtera Pernikahan

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Bahtera Pernikahan":

dan tinggal kami memilin kasih
sejak ijab qabul terucap mantap
saling pandang dengan senyum tersimpul
ayo dik, kita bergenggaman tangan
tuk arungi bahtera nan jauh ini
sebelum napas kita habis

namun tak begitu mulus sebuah perjalanan
sejak sepuluh tahun yang lalu
kita berandai di pelaminan itu
tumpah ruah segala kesal
rupa-rupa onak tertanam di lantai milik kita
ayo dik, kita bereskan bersama
bukankah perjalanan adalah gelombang di laut?
bukankah nafsu tak lekas berhenti?

dan permata itu mula-mula muncul
permintaan yang terkabul lebih dari separuh waktu
kita pun mencoba memahami
seluk-beluk masa yang tersisa ini
ayo dik, tumbuhkan cinta-cinta di bahtera ini
sebelum tumbuh dan menepi di pantai

lalu kita merasakan dan memandang
langit-langit memendar aurora
di hati kita

dik,
kita adalah titipan
seperti permata yang tumbuh beranak pinang

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar