بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Detak Jam

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Detak Jam":

jam enam pagi
hand phone berdering nyaring
tepat di telinga

tegap gempita,
aku bangun mencari baju, lupa mandi
lekas menuju ke kursi

jam tujuh pagi
di sana, terbangun
kunci kamar tertinggal

dan jam delapan pagi
hand phone berdering, di sana
tak bersuara. seketika gelisah

sementara di jalan
tepat jam sembilan pagi
ramai-ramai orang berteriak
"kita kembali!"
sebab di depan ada napas yang mati

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar