بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Aku datang dengan kata sebab dia menyuruhku datang. Tetapi aku belum mampu menjawab ketika ditanya untuk apa aku datang"
--- & ---
~Aku sedang menjemput puisi yang masih setia menungguku di sana. Bersabarlah sayang!~

Puisi Ketika Hari Esok

Ditulis oleh Zuwaily


Bismillah... berikut Puisi "Ketika Hari Esok":

ketika matahari jatuh ke pangkuan
serumpun doa menadah di telapak tangan
mencari-cari...
mungkin untuk esok ada yang dapat dicipta

namun malam beranjak sudah
ke pembaringan tempat ibu meninabobokan buah hati
menduga-duga...
jika esok masih ada jalan, tak perlu tersesat
jika esok belum ada keyakinan, tak perlu gegabah

hanya hati berkata-kata pada temaram yang redup
menari-nari gelombang di samudera pasrah
apa mungkin ada hari-hari sebelum hari itu tiba?
tak ada alasan untuk menangis, begitu ibanya
sebab matahari tak beranjak sedari tadi

lalu ketika bangkit,
di penghujung pada napas yang belum sepenuhnya tumpah
doa-doa menggantung di beranda sajadah
seumpama khilaf, silamnya terlupa dengan pagi yang jatuh
selagi zikir memanggil

Jakarta, 2012

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar